Selasa, 02 Juli 2013

Lima kisah rahasia pesohor


Kisah hidup para pesohor selama ini sudah banyak yang kita ketahui melalui bacaan-bacaan atau pelajaran sekolah. Namun tidak semua yang kita baca dan pelajari itu mengungkapkan semuanya. 

Masih banyak kisah hidup mengharukan, menyedihkan, lucu, atau menyeramkan dari para pesohor itu yang tidak banyak diketahui orang.

Kejeniusan Albert Einstein sebagai ilmuwan, misalnya, sudah tidak diragukan lagi oleh warga dunia. Namun tidak banyak yang tahu kisah masa muda Einstein yang juga seorang playboy dan sempat mengoleksi kerangka tulang manusia di toilet rumahnya.

Sebagian kisah-kisah itu berhasil dirangkum di situs listverse.com. Berikut ulasannya.

1. Albert Einstein

 Tokoh ilmuwan jenius berdarah Yahudi ini dikenal sebagai sosok brilian yang ramah. Namun Eisntein sebetulnya pernah mengoleksi sejumlah kerangka tulang manusia di toilet rumahnya.

Pada 1901 Einstein dan pacarnya Mileva Maric tengah berlibur di Italia. Setelah itu Mileva hamil dan melahirkan anak namun Einstein ketika itu tidak punya uang untuk menghidupi Mileva dan bayinya. Bayi bernama Lieserl itu lahir pada 1902. Pada suratnya kepada MIleva di tahun 1903 nama Lieserl tidak lagi disebut-sebut hingga menghilang. Tak ada informasi apa yang terjadi pada bayi mereka itu. Ada kemungkinan bayi itu meninggal karena demam berdarah.

Einstein kemudian meninggalkan Mileva pada 1912 (lalu menceraikannya pada 1919) untuk menikahi sepupunya Elsa Lowenthal. Dalam kehidupan pernikahannya kemudian Einstein banyak berselingkuh hingga Elsa meninggal pada 1936. Tampaknya seorang Einstein juga tidak salah jika selain jenius bisa dibilang seorang playboy.

2. Abraham Lincoln

Presiden Amerika ke-16 ini terkenal karena janggutnya. Lincoln merupakan sosok yang berwibawa dan bijaksana. Meski dia dilahirkan di sebuah rumah kayu sederhana, Lincoln tidak banyak mengalami kehidupan masa kecil yang sulit.

Kerja buruh kasar merupakan bagian dari lingkungan tempat dia dibesarkan. Pada usia sembilan tahun ibu Lincoln meninggal karena sakit.

Ketika menjadi presiden Lincoln merupakan presiden Amerika dengan postur tertinggi yakni 193 sentimeter. 

Setelah dia meninggal, pada 1876 sekelompok penjahat menginginkan mayatnya sebagai tebusan untuk ditukar dengan uang sebesar Rp 2 juta dalam bentuk emas dan pembebasan salah satu teman mereka yang ditangkap. Kelompok itu kemudian berhasil ditangkap dan dipenjara setahun.

3. Napoleon Bonaparte


Panglima perang terkenal asal Prancis ini mencoba menaklukkan benua Eropa. Napoleon dikenal bertubuh pendek, tapi sebenarnya dia memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter, artinya normal untuk ukuran rata-rata orang Prancis saat itu.


Masa kecil Napoleon termasuk menyedihkan. Ayahnya meninggal karena kanker perut dan meninggalkan keluarganya dalam keadaan tanpa uang sepeser pun lantaran hobinya berjudi. Ketika masa sekolah Napoleon sering jadi bahan ejekan teman-temannya karena sifatnya yang rajin dan logat Korsikanya yang kental.

Napoleon juga mengidap penyakit wasir dan rumor menyebutkan karena itulah dia gagal memenangkan perang di Waterloo.

4. Theodore Roosevelt


Presiden Amerika Serikat ke-26 ini merupakan salah satu sosok penting yang berjiwa besar. Dia lahir dari keluarga berada di Kota New York. Di masa kecil dia dikenal sebagai anak yang suka sakit-sakitan. Di masa remaja dia pernah ikut latihan tinju.


Dia juga pernah melakukan perjalanan ke Afrika dan Amerika Selatan unuk mempelajari flora-fauna eksotik.

Kisahnya yang paling mengejutkan adalah ketika dia berpidato di Milwaukee pada 1912. Saat pidato itu seorang mencoba membunuhnya dengan pistol. Tapi peluru dari pistol itu menghantam kotak kacamata. Roosevelt secara spontan memberitahu hadirin bahwa dia baru saja ditembak lalu melanjutkan pidatonya. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit setelah kejadian itu.

5. Charlie Chaplin


Tokoh satu ini dikenal sebagai komedian terkenal di tahun 1920-an yang sering bermain dalam film bisu hitam-putih. Orang tua Chaplin bukanlah orang tua yang layak jadi panutan. Ibunya punya dua anak hasil selingkuhan dan ayahnya meninggalkan keluarga ketika Chaplin masih belia.


Ibunya kemudian meninggal karena sakit liver setelah sebelumnya kena syphilis dan gizi buruk. 

Chaplin pernah dimintai tanggung jawab menafkahi seorang anak yang bukan anaknya. Seorang perempuan mengaku punya anak dari Chaplin tapi hakim menolak memutuskan perkara itu sehingga Chaplin harus membayar sejumlah uang.

Ketika Chaplin meninggal mayatnya sempat dicuri buat tebusan tapi kemudian dikembalikan dua bulan kemudian.

Tidak ada komentar: